Tutorial Dual Boot Windows 10 dengan Elementary OS 0.4.1 Loki

Bismillahirahmanirahim.

Assalamu’alaikum wr. wb.

Hallo teman-teman semua kali ini saya akan memberikan tutorial tentang bagaimana cara membuat dual boot windows 10 dengan salah satu distro linux yang tampilannya ciamik yaitu Elementary OS 0.4.1 Loki.

 

Tentang Elementary OS

Elementary OS merupakan sebuah distro linux berbasiskan Ubuntu. Distro ini menggunakan desktop manager-nya sendiri yang bernama Pantheon dan terintegrasi dengan aplikasi bawaan elementary OS lainnya, seperti Plank (sebuah dock-bar berbasiskan Docky), peramban web Midori, dan Scratch (Teks editor yang sederhana). Distro ini menggunakan Gala sebagai Window Managernya, yang berbasiskan pada Mutter Windows Manager.

Distro ini pada awalnya bermula dari sepaket tema dan aplikasi-aplikasi yang ditujukan untuk Ubuntu, namun kemudian berubah fungsi menjadi sebuah distro linux tersendiri. Sebagai turunan dari Ubuntu, distro ini kompatibel dengan repositori dan paket-paket milik Ubuntu. Distro ini juga menggunakan software center milik Ubuntu untuk menangani pemasangan dan pencopotan perangkat lunak, meskipun software center elemetary sendiri sedang dalam pengerjaan. Tampilan antar mukanya dibuat agar terlihat intuitif bagi pengguna-pengguna baru tanpa menggunakan banyak sumber daya dan dengan desain yang serupa dengan sistem operasi OS X dari Apple. (Wikipedia)

 

Spesifikasi Sistem yang Direkomendasikan

Intel i3 atau prosesor 64-bit dual-core yang sebanding.
1 GB memori sistem (RAM).
15 GB ruang disk.
Akses internet.

Nah itu tadi sedikit tentang Elementary OS. Langsung saja kita masuk pada proses installasi Elementary OS yang dual boot dengan Windows 10.

 

Cara Installasi Elementary OS 0.4.1 Loki

Download Elementary OS pada website resmi elementary.io. Cara downloadnya adalah dengan memasukkan angka 0 pada inputan disamping tombol unduh Elementary OS, kemudian klik button unduh Elementary OS

Dual Boot Elementary OS dengan Windows 10

Kemudian buat flashdisk bootable dengan aplikasi rufus. Colokkan Flasdisk ke USB port kemudian buka aplikasi rufus yang telah didownload. dan lakukan langkah seperti gambar dibawah ini.

Tunggu prosesnya sampai selesai. setelah READY klik tombol close pada rufus, dan cek apakah di flashdisk sudah berisi boot Elementary OS seperti pada gambar dibawah ini.

Proses selanjutnya adalah membuat partisi dimana partisi tersebut yang akan kita jadikan tempat untuk installasi Elementary OSnya. Caranya klik kanan pada This Computer->Manage.

Kemudian pilih Storage->Disk Management.

Setelah itu pilih hardisk yang akan kita bagi partisinya. Disini saya akan membagi Hardisk (F:). Klik kanan pada hardisk yang akan dibagi partisinya, kemudian klik Shrink Volume.

Maka akan muncul pop-up seperti gambar dibawah ini. Masukkan ukuran hardisk yang akan dibagi. Disini saya membuat ukurannya sebesar 80000 MB/80GB. Setelah itu klik tombol Shrink.

Proses persiapan untuk membuat dual boot Elementary OS dengan Windows 10 sudah selesai. Sekarang kita mulai untuk proses install Elementary OS pada partisi yang kita siapkan tadi.

 

Proses Installasi Elementary OS

Langkah pertama restart laptop dan masuk ke bios system dengan menekan tombol F2 atau F8, F12, Esc dan lain sebagainya sesuai dengan merk laptop masing-masing.

Setelah masuk ke menu bios, pilih menu boot. Pada menu tersebut akan terdeteksi flasdisk yang berisi bootable elementary OS yang telah kita siap tadi.

Pindahkan flasdisk bootable pada urutan pertama dengan cara menekan tombol F6.

Setelah itu pilih Exit->Exit Saving Changes->Yes.

Setelah itu akan muncul option menu seperti gambar dibawah ini. Kemudia pilih Install Elementary OS.

Tunggu hingga keluar logo Elementary OS.

Kemudian pilih bahasa. Jika sudah klik Continue.

Checklist/centang pada pilihan “I don’t want to connect to a wifi network right now”.

Beri tanda centang pada option “Install third party…” untuk menginstall aplikasi tambahan seperti calculator, mp3, dll.

Kemudian pilih option “Somthing else” dan klik Continue.

Kali ini kita sudah masuk pada bagian partisi. Pilih partisi yang ada keterangan “free space” dan ukurannya sesuai yang telah kita tentukan tadi pada saat Shrink Volume.

Kemudian klik 2 kali pada partisi yang dipilih atau klik tanda + pada bagian kiri bawah, maka akan muncul pop-up. Kali ini kita akan membuat Swap Area terlebih dahulu. Masukkan ukuran swap area, disini saya set 5000MB/5GB. Pada bagian “Type for the new partition” pilih “Logical”. Pada bagian “Location …” pilih “Beginning of the space”. Kemudian pilih “swap area” dan klik OK.

Nah, disini ukuran partisinya sudah berkurang karena sudah kita kurangi sebesar 5GB untuk memori Swap tadi. Sekarang kita akan membuat partisi untuk tempat Elementary OSnya. Caranya klik 2 kali pada partisi yang kita pilih.

Pada bagian “Type for the new partition” pilih “Primary”. Pada bagian “Location …” pilih “Beginning of the space”. Bagian “Use as” pilih “Ext4 journaling file system” dan pada bagian “Mount point” ketikkan tanda “/” lalu klik OK.

Setelah itu klik tombol “Install Now” pada pojok kanan bawah.

Ketika muncul dialog box seperti gambar dibawah klik tombol Continue.

Pilih zona waktu. Kemudian klik Continue.

Pilih bahasa kemudian klik Continue.

Masukkan nama dan password kemudian klik Continue.

Tunggu proses Instaling systemnya hingga selesai.

Setelah selesai maka akan muncul dialog box, kemudian klik “Restart Now”.

Nah, proses install dual boot Elementary OS dengan Windows 10 sudah selesai. Dan ketika temen-temen menghidupkan laptop maka otomatis system akan menampilkan menu boot Elementary OS dan Windows. Jika temen-temen ingin masuk ke Elementary OS pilih “elementary”, dan jika ingin masuk ke Windows 10 pilih “Windows Boot Manager (on/dev/sda1)”. Kali ini saya akan masuk ke Elementary OS.

Dan beginilah penampakan dari Elementary OS. Simple, minimalist, and elegant like a Mac OS. 😀

Baik, sekian tutorial dari saya. Semoga bermanfaat. 🙂


Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim, no. 2699)

Bagikan kebaikan kepada orang lain:

19 comments on “Tutorial Dual Boot Windows 10 dengan Elementary OS 0.4.1 Loki

  1. Gan, saya abis install kan ya instruksinya sesuai dengan yang diatas, nah trus pas tiba tiba abis restart gaada pilihan elementary osnya sama windows boot manager, yang ada pilihan kayak waktu kita mau install elementarynya (try, install, oem, check discnya) apa karena saya tidak melepas flashdisknya kah makanya kaya gitu? tapi pas saya lepas trus saya matiin laptopnya dan idupin lagi malah gaada pilihan boot elementarynya gan langsung boot ke windowsnya.

    solusinya min

    1. Itu masalah Grubnya gan.

      Coba matikan Fast Startup di UEFI, matikan secure boot.
      Coba lihat juga setting di UEFI, terus lihat boot order. Kalo ngga ada opsi untuk milih boot ke elementary. Masuk lagi ke windows, jalankan CMD as Administrator.
      Copas ini:

      bcdedit /set “{bootmgr}” path \EFI\ubuntu\grubx64.efi

      Enter.
      Setelah itu restart pc/laptopnya.

  2. Bang cara mengatasi masalah saat di tengah2 instalasi gimana,ada tulisan gini
    “We are sorry, the installer crashed,after you close the window,we will allow you to file a bug report using the integrated bug reporting tool.”

    #tolong di jawab bang

  3. Gan..ane stlh selesai proses instalasi sesuai instruksi kok gak ada pilihan nya utk masuk ke windows y
    Mohon pencerahan nya..thanks

    1. 1. Masuk ke terminal dengan menekan tombol Windows+T
      2. Pada terminal jalankan perintah :
      sudo /etc/grub.d/40_custom
      3. Selanjutnya untuk menambahkan menu entry pada boot menu tambahkanlah script dibawah ini :
      menuentry ‘Windows 10′ {
      set root='(hd0,msdos1)’
      chainloader +1
      }
      4. Simpan perubahan
      5. Update grub2 dengan perintah:
      sudo update-grub2
      6. Kemudian reebot laptop

  4. Bang gue udah berhasil install, terus di suruh *restart now*saat gue restart gue gk bisa masuk windows maupun linux nya.

    Cuma stuck di logo laptop->ada tulisan kayak di cmd gitu -> balik lagi logo laptop lagi.
    Berulang ulang gitu terus bang
    #mohon pencerahan nya

    1. Bismillah, Semoga bisa dengan cara ini bang:
      1. Colokkan flashdisk bootable Elementary OSnya
      2. Masuk ke menu boot di Bios kemudian Prioritaskan USB HDD atau pindahkan keurutan pertama
      3. Kemudian Saving Changes
      4. Pilih “Try Elementary OS without installing”
      5. Setelah masuk ke halaman dekstop Elementary OS, tekan tombol Windows+T untuk masuk ke Terminal linux
      6. Tuliskan perintah:
      sudo add-apt-repository ppa:yannubuntu/boot-repair && sudo apt-get update
      7. Kemudian tuliskan perintah dibawah ini:
      sudo apt-get install -y boot-repair && boot-repair
      8. Biarkan prosesnya berjalan, kemudian nanti akan muncul Dialog Box
      9. Pilih opsi “Recommended Repair”. Ikuti langkah-langkahnya jika muncul pop-up pertanyaan jawab saja ‘yes’ dan restart komputer.
      Semoga berhasil

  5. Hi there, just became aware of your blog through
    Google, and found that it is truly informative.

    I’m going too watch out for brussels. I’ll appreeciate if youu continue this in future.
    Lots of people wwill be benefited from your writing. Cheers!

  6. Hi there, I discovered your blog by way of Google while searching for a related matter,
    your site came up, it looks great. I have bookmarked it in my google bookmarks.

    Hi there, simply turned into alert to your blog through Google, and located that it’s truly
    informative. I am gonna watch out for brussels.
    I’ll be grateful should you continue this in future. Lots of folks might be benefited from your writing.

    Cheers!

  7. Gan saya sudah ikutin sesuai tutor di atas , tapi ada masalah penyimpanan internal nya ga kebaca . Jadi ga bisa instalnya dan gparted penyimpanan yang udah di sediakan , itu gimana ya gan ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *