Alam Kubur (Alam Barzah)

Yang dimaksud dengan alam kubur bukanlah kuburan-kuburan yang berada di tempat umum, tetapi alam yang dimasuki oleh setiap orang yang meninggal dunia, apakah dia dikuburkan atau tidak dikuburkan. Misalnya jasad Fir’aun(Rames II), meskipun sampai sekarang masih utuh sebagai mummi  dan disimpan di Museum Tahrir Kairo Mesir, namun tetap tidak bias terbebas dari alam kubur. Begitu juga jasad-jasad lain, baik yang utuh maupun yang hancur bagai tepung tetap memasuki alam kubur.

Alam kubur dikenal juga dengan sebutan Alam BarzakhBarzakh artinya yang membatasi antara dua hal. Dalam hal ini Alam Barzakh adalah alam pembatas antara alam dunia dan alam akhirat.

Setelah seseorang memasuki alam kubur, dia akan ditanya oleh Malaikat Munkar dan Nakir tentang Tuhan, Agama dan Nabi-Nya. Orang yang beriman akan menjawab : Tuhanku Allah, Agamaku Islam dan Nabiku Muhammad SAW. Sedangkan orang yang tidak beriman atau ornag yang ragu akan mengatakana tidak tahu, lalu dia akan disiksa. Yang menentukan bias atau tidaknya seseorang menjawab pertanyaan Malaikat adalah iman dan amal shalehnya selama hidup di dunia,. Oleh sebab itu tidak ada persiapan untuk menjawab pertnyaan itu, kecuali meningkatkan kualitas iman dan memperbanyak amal shaleh untuk mencari keridhaan Allah SWT semata.

Setiap orang yang lulus dalam “ujian” alam kubur akan merasakan kenikmatan, sebaliknya yang tidak lulus akan merasakan kenikmatan, sebaliknya yang  tidak lulus akan merasakan azb dan penderitaan. Bagaimana bentuk dan teknis kenikmatan dan siksaan itu tidaklah perlu kita selidiki dan kita banding-bandingkan dengan apa yang didapat di dunia sekarang ini, karena tentu saja alam kubur yang ghaib, berbeda dengan alam dunia yang nyata ini. Tapi yang jelas, kenikmatan dan siksaan itu dirasakan oleh roh dan badan sekaligus, bukan hanya roh semata. Sayid Sabiq mengutip pendapat Ibnul Qayyim sebagai berikut : “Umat salaf (dahulu) serta para imam-imamnya berpendapat bahwa jikalau seseorang manusia meninggal dunia, maka ia akan mendapat kenikmatan ataupun siksaan. Kedua macam keadaan yakni kenikmatan atau siksaan ini akan dirasakan oleh roh dan badannya juga. Roh itu sekalipun telah berpisah dengan tubuhnya akan tetapi dapat merasakan kenikmatan atau siksaan itu. Roh itu ada kalanya dapat berhubungan kembali dengan tubuhnya dan dengan demikian, maka tubuh bersama-sama dengan roh tadi akan sama-sama dapat merasakan kenikmatan atau siksaan tersebut.

Bagaimana tubuh yang sudah hancur luluh bahkan sudah bersatu dengan tanah bias merasakan kenikmatan dan siksaan ?. bukankah kalau seseorang duduk memperhatikan jasad Fir’aun yang tidak dikuburkan itu berhari-hari, bahkan berbulan-bulan sekalipun tidak pernah menyaksikan ada tanda-tanda siksaan pada tubuhnya ?. Bagaimana kita bisa memahami bahwa kenikmatan dan siksaan kubur itu dirasakan bersama antara roh dan jasad seperti yang dikatakan oleh Ibnul Qayyim di atas ?

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti itu Jumhur Ulama memberikan jawaban sebagai berikut :

“Padahal tidak dapat disaksikan atau tidak membekas sama sekali dalam tubuh mayat itu, tidak dapat digunakan sebagai hujjah bahwa hal itu tidak benar-benar sebagaimana yang dilihat. Sebabnya ialah karena hal seperti itu tidaklah tertolak dalam kekuasaan Allah Ta’ala. Malahan kita dapat memberikan contohnya dalam keadaan sehari-hari, yakni seperti orang tidur. Bukankah orang tidur itu dapat merasakan kelezatan dan juga dapat merasakan kesakitan. Orang yang duduk di dekat orang tidur itu tentulah tidak dapat menyaksikan atau ikut merasakan apa yang dirasakan oleh orang yang sedang tidur tadi”.

Kesalahan mendasar orang-orang yang mempertanyakan logis tidaknya kenikmatan dan siksaan kubur adalah membandingkan keadaan di alam ghaib dengan keadaan di alam nyata di dunia ini, padahal keduanya jelas merupakan dua alam yang sangat berbeda.

Nash-nash Al-Qur’an dan Sunnah yang dijadikan dalil adanya pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir serta adanya kenikmatan dan siksaan di alam kubur adalah anatara lain sebagai berikut :

  1. Surah Ibrahim ayat 27 :

Artinya : “Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh dalam kehidupan di dunia dan di akhirat..” (Ibrahim 14:27)

Menurut Rasulullah SAW, al-qaulu as-tsabit  dalam ayat di atas adalah kesaksian bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan Muhammad Rasulullah, yang  diberikan oleh seseorang muslim di alam kubur tatkala ditanya oleh Malaikat (HR.Bukhari dan Muslim).

  1. Surah Al-Mukmin ayat 45-46 :

Artinya : “…Dan Fir’aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk. Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan hari terjadinya Kiamat (dikatakan kepada Malaikat) : “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras.” (Al-Mukmin 40: 45-46)

Dalam ayat di atas ada dua azab yang ditimpakan oleh Allah kepada Fir’aun dan kaumnya : pertama, dinampakkan neraka pada pagi dan petang ; kedua, dimasukkan ke dalam azab yang pertama, antara ma’thuf dan ma’thuf alaih  haruslah berbeda. Jika azab yang kedua dinyatakan setelah terjadinya kiamat, tentu azab yang pertama terjadi antara kematian dan kebangkitan yaitu azab kubur.

 

#SemogaBermanfaat

#FreeToShare

Bagikan kebaikan kepada orang lain:

3 comments on “Alam Kubur (Alam Barzah)

  1. Hi there, just became alert to your blog through Google, and found that it is
    truly informative. I am gonna watch out for brussels. I’ll be grateful if you continue this in future.
    A lot of people will be benefited from your writing. Cheers!

  2. Thanks for the auspicious writeup. It actually was once a entertainment account it.
    Glance complicated to more delivered agreeable from you!
    By the way, how can we communicate?

  3. Its such as you learn my mind! You appear to grasp
    so much about this, like you wrote the book in it or something.
    I believe that you could do with some percent to force the message home a bit, but other than that, this is magnificent
    blog. A fantastic read. I will definitely be back.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *